Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2009

ISTIMEWA SEORANG WANITA


Untuk anggota Muslim Community
milis tetangga dari milis tetangga...

Aris Sunantyo
13 Juni jam 14:18

dikutip tanpa dirubah dari artikel komunitas milis sehati (semoga bermanfaat, wa bilkhusus kepada para muslimah yang begitu dimuliakan oleh Islam) :


Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas yang tak Ada pada lelaki.

Itu sebabnya banyak yang berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”.

and look,,,,

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman Dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak Akan dibiarkan terserak bukan? Itulah perbandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami. Bahwa sesungguhnya lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya.

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada

lelaki, tetapi bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawab kan terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita.

Ingat firmanNya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut/tunduk kepada cara-cara/peraturan yang mereka buat.

Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukumNya/peraturanN ya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan mereka.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik, maka surga adalah jaminannya.

Berbahagialah wahai para muslimah. Tunaikan dan menegakkan agamamu, niscaya surga menanti

Readmore »»

Sabtu, 30 Mei 2009

Perang melawan nafsu

Pada suatu hari dalam sebuah pertempran besar, kaum muslimin berhadapan dengan kaum kafir dalam jumlah besar yang tak seimbang. Ali r.a. berhadapan dengan musuh besarnya, pertarungan pedang yang sangat menegangkan karena sang musuh sangat kuat dan ahli menggunakan pedang. Terkadang Ali r.a. terdesak oleh serangan yang dahsyat. Namun terkadang ia mampu mendesak lawannya ke posisi sulit.

Hingga akhirnya Ali berhasil memojokkan musuhnya dan mementalkan pedang yg dipegang musuhnya. Sang musuh pun jatuh tersungkur dan terlentang, pedangnya jatuh jauh dari tangannya. Habis sudah perlawanannya. Wajahnya pucat, takut Ali akan memenggal kepalanya atau menghunuskan pedang ke dadanya. Nsmun yang mengejutkan,bukannya menyerah, malah dengan berang dia meludahi wajah Ali r.a.


Ali r.a. pun gusar, amarah memenuhi dadanya, wajahnya pun memerah. Ingin sekali ia memenggal kepala musuhnya. Namun ia malah menurunkan pedangnya, dan menyarungkan pedangnya dan hendak segera pergi meningglakan musuhnya.
Sang musuh terkejut. Mengapa Ali r.a. malah meninggalkannya dalam keadaan hidup, padahal ia sudah menghinanya dengan meludahinya. Dengan penasaran ia pun bertanya kepada Ali r.a.," Hai Ali mengapa engkau tak membunuhku? Seharusnya kau bisa sangat mudah melakukannya. Aku telah meludahimu."
Ali yang telah menguasai dirinya kembali, dengan tenang menjawab," Hai fulan, engkau benar. Kalau aku mau, aku dapat segera membunuhmu. Apalagi kau telah meludahiku dan membuatku sangat marah.
Ketahuilah, aku berperang, jihad fi sabilillah. Bukan untuk kepentinganku, tapi untuk membela agamaku. Aku berperang menghadapi musuh-musuh yang tidak pernah aku kenal sebelumnya dan juga bukan musuh-musuhku, adalah karena dorongan agamaku. Maka sebelum kau meludahiku, niatku ikhlas kepada Allah SWT berperang melawanmu sampai aku membunuh atau terbunuh. Tak ada kekhawatiran maupun ketakutan bagiku atas keduanya. Kalau aku terbunuh, maka syahidlah aku dan surga menungguku. Kalau aku menang, maka kejayaan Islam adalah buahnya.
Namun, setelah kau meludahi wajahku, hatiku geram, merasa terhina. Ingin nafsuku membunuhmu. Tapi jika itu kulakukan, maka jatuhlah aku ke posisi hina. Karena aku membunuhmu menuruti hawa nafsuku, bukan karena tuntutan agama dengan ikhlas. Maka apalah artinya membunuhmu jika hanya kerugian yang akan kuterima. Itulah sebabnya aku tidak membunuhmu dan meninggalkanmu."

Sang musuh tercengang, terpesona oleh keagungan pribadi Ali r.a. Ia tak menyangka bahwa Islam telah membentuk manusia yang ikhlas dan ihsan. Manusia tangguh yang bebas dari belenggu nafsu. Ia iri melihatnya, tak disadari hatinya luluh atas pancaran nilai robbani. Ia membatin," Mengapa aku harus mempertahankan diri melawan Islam, agama yang demikian mulia? Bukankah akan lebih beruntung jika aku justru berjuang bersama agama ini?" Hatinya terdesak. Akhirnya ia bersedia mengakui kebodohannya, kejahatannya. Dan ia dengan hati ikhlas bersedia untuk bergabung dengan Ali r.a., menjadi seorang muslim, berjuang atas nama Allah, bukan atas nama dirinya.

Sang musuh telah kalah sekaligus menang. Ia kalah dalam pertempuran melawan Ali r.a., tapi ia menang, karena mendapat perasaan baru yang menenteramkan dan keyakinan akan keagungan Islam yang telah ditunjukkan oleh Allah SWT melalui sikap Ali r.a.

Berbuat bukan karena Allah adalah kesia-siaan.
Berbuat karena menuruti hawa nafsu adalah kehinaan

Dari Muslim Community

Readmore »»

Setiap Kebaikan Ada Balasan

fr: MC
Suatu hari seorang suami bernama Abdullah berniat untuk pergi haji. Istrinya, Rahma, mendukungnya meski ia tak ikut. Uang yang mereka miliki hanya cukup untuk 1 orang.

Abdullah berkata pada istrinya, " Hai istriku, uang yang ada hanya cukup untuk 1 orang. Apakah kau rela bila aku berangkat haji terlebih dahulu?"

"Tentu saja, suamiku. Tak usah kau bingung memikirkan aku. Insyaallah, jika Allah berkehendak tentulah Allah akan memberi rezki supaya aku bisa berangkat suatu saat nanti." jawab istrinya sambil tersenyum.

"Aku berjanji, sepulangku dari ibadah haji aku akan bekerja keras supaya engkau dapat menunaikan ibadah haji secepatnya." jawab suaminya.

"Insyaallah, suamiku, insyaallah." kata istrinya.

Maka Abdullah dibantu istrinya segera mempersiapkan bekal dan perlengkapan yang dibutuhkan selama perjalanan menuju kota Mekkah yang cukup jauh jaraknya. Ketika semua telah siap, Abdullah berpamitan, belum sempat kakinya melangkah keluar, terdengar ketukan pintu di luar. Abdullah membuka pintu.


"Assalamualaikum, Abdullah." kata seorang pria yang tak lain adalah Ali, kerabatnya.

"wa alaikumsalam, Ali. Masuklah." jawab Abdullah.

"Hai Abdullah, sesungguhnya aku memohon pertolonganmu..aku telah kehilangan pekerjaanku sebagai penggembala unta. Saat aku pulang rumahku telah habis terbakar, tak ada yang tersisa. Alhamdulillah istri dan 2 anakku selamat. Aku bermaksud meminjam uang sekedar untuk membeli pakaian dan makanan."

Abdullah merasa iba, diambilnya uang yang hendak ia gunakan sebagai biaya perjalanan. "Ini, ambillah. Keluargamu lebih membutuhkan daripada kami. Tak usah kau pikirkan cara mengembalikannya."

Ali terkejut tak menyangka dia langsung mendapat uang segitu banyak. Langsung ia peluk erat tubuh Abdullah dengan berlinang air mata. "Terima kasih, Abdullah. Sungguh Allah akan membalas kebaikanmu."

Setelah sang kerabat pulang, Abdullah pun terduduk, air mata mengalir di pipinya. Istrinya menghampirinya dan menghiburnya. "Bersabarlah suamiku. Sesungguhnya Allah tahu apa yang terbaik bagi kita. Apabila kau tetap berangkat, bukankah kau akan berdosa besar jika kerabatmu mati kelaparan."
"Sungguh aku tak menyesali keputusanku tadi, istriku. Justru aku merasa kerinduanku kepada Allah SWT semakin besar."
"kalau begitu, marilah kita sholat berjamaah, kita syukuri kejadian hari ini." ajak istrinya.
Abdullah tersenyum dan menyambut ajakan istrinya.

Musim haji berlalu, tiba-tiba Abdullah dan istrinya dikejutkan oleh serombongan orang yang mengetuk pintu rumah mereka. Abdullah segera membuka pintu.
"Assalamualaikum. Benarkah kau Abdullah bin Hasyim?" tanya salah seorang di antara rombongan.
"Wa alaikumsalam. Benar aku Abdullah bin Hasyim. Ada keperluan apakah kalian kemari? Sesungguhnya kami tidak memiliki apa-apa yang berharga."
"Hai Abdullah, kami kemari bukan ingin meminta sesuatu padamu. Kami ingin memberi ucapan selamat karena kau telah menjadi haji yang mabrur." jawab seorang pria yang lain dibarengi dengan anggukan setuju anggota rombongan yang lain.
"Hai saudaraku, sungguh aku tidak menunaikan ibadah haji. Aku tidak berkesempatan tahun ini. Tentulah kalian salah orang."
"Kami tidak salah orang. Guru kamilah yang mendengar sendiri ucapan orang bahwa kau, Abdullah bin Hasyim adalah salah satu dari 6 orang yang haji mabrur tahun ini. Sedangkan guru kami bukanlah pembohong."

Makin bingunglah Abdullah dan istrinya.. Apakah yang sebenarnya terjadi..? Ternyata guru dari para rombongan itu adalah seorang alim yang sedang menunaikan ibadah haji. Saat ia sedang berbaring di dekat Ka'bah, ia mendengar perbincangan 2 orang lelaki.
"Berapa orangkah yang mabrur tahun ini?" kata lelaki pertama.
"Hanya 6 orang. Salah satunya adalah Abdullah bin Hasyim" jawab lelaki kedua.
Seketika itu sang guru langsung melihat ke arah suara para lelaki itu. Ternyata tidak ada siapa-siapa. Sadarlah dia bahwa yang berbincang tadi adalah 2 malaikat. Segera dia sampaikan berita itu pada para muridnya setelah ia selesai menunaikan ibadah haji.

Maha Adil Allah atas hambanya. Sungguh setiap muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji. Bagi orang yang tidak mampu pun mereka bisa menjadi haji yang mabrur. Tergantung seberapa besar pengorbanan mereka terhadap kepentingan mereka sendiri. Bukankah esensi dari haji adalah pengorbanan Nabi Ibrahim terhadap Nabi Ismail, anak yang paling dicintainya. Turunnya perintah penyembelihan itu semata-mata supaya Nabi Ibrahim rela mengorbankan apapun dan siapapun demi cintanya pada Allah SWT saja. Jangan sampai cinta pada dunia dan anak-anak melebihi cinta pada Allah SWT.


Readmore »»

HANYA ANAK PEREMPUAN

Alkisah, hiduplah sepasang suami istri dengan 5 orang anak perempuan. Sang suami sangat menginginkan anak lelaki. Saat istrinya hamil calon anak keenam, ia berkata pada istrinya, "Kali ini berilah aku anak lelaki. Banggakanlah aku dengan penerusku."
Sang istri menjawab," Semua terserah Allah, suamiku. Dialah pengatur rezki."
Mendengar jawaban istrinya, sang suami langsung berwajah masam. Rupanya memiliki seorang anak lelaki adalah keinginan terbesarnya.
Sang istri yang melihat sikap suaminya hanya tertunduk sedih. Dalam hati dia berdoa,"Ya Allah, Engkaulah Sang Pemberi Rezki. Apabila janin yang kukandung adalah lelaki, Engkaulah sebaik-baik Pemberi Rezki. Apabila janin yang kukandung adalah perempuan, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik Pemberi Rezki. Sesungguhnya suamiku sangat menginginkan seorang anak lelaki. Apa dayaku ya Allah..kupasrahkan semuanya padaMu, hanya Engkau yang tahu segala yang terbaik bagi kami."

Beberapa hari kemudian, di suatu malam, suaminya bermimpi. Dalam mimpinya

ia seolah-olah menuju langit. Tampaklah sebuah pintu yang sangat besar dengan seorang lelaki yang sepertinya penjaga pintu itu. Ia mendekati lelaki itu dan bertanya," Apakah yang ada di balik pintu ini?"
Sang penjaga menjawab,"Di balik pintu ini adalah jalan menuju surga, Masuklah."
"Benarkah? Benarkah aku diperbolehkan masuk ke surga?"tanya sang suami.
"Benar. Sesungguhnya putri pertamamu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. Karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu." jawab sang penjaga.

Sang suami pun langsung membuka pintu dan memasukinya. Ternyata tak jauh dari pintu pertama ada pintu lagi dengan seorang penjaga juga. Ia bertanya sama seperti sebelumnya. Dan penjaga itu menjawab,"Benar. Sesungguhnya putri keduamu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. Karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu."

Sang suami langsung memasukinya, dan menemukan pintu ketiga bersama penjaganya. Ia menanyakan hal yang sama seperti sebelumnya. Dan sang penjaga menjawab,"Benar. Sesungguhnya putri ketigamu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. Karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu."

Sang suami merasa dirinya semakin dekat dengan surga, segera ia memasuki pintu itu dan menemukan sebuah pintu lagi. Pintu keempat bersama penjaganya. Ia pun kembali menanyakan hal yang sama. Dan sang penjaga menjawab,"Benar. Sesungguhnya putri keempatmu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu."

Dengan gembira ia memasuki pintu itu, dan menemukan lagi sebuah pintu dengan seorang penjaga. Ia menanyakan hal yang sama, dan sang penjaga menjawab,"Benar. Sesungguhnya putri kelimamu selalu mendoakanmu, ia adalah anak yang sholehah. Karena doanyalah pintu ini terbuka untukmu."

Dengan cepat ia membuka pintu. Dan ternyata masih ada satu pintu lagi dengan seorang penjaga juga. Ia kembali bertanya hal yang sama. Dan sang penjaga menjawab,"Benar, Sesungguhnya di balik pintu ini adalah surga. Kau telah melewati lima pintu karena doa kelima putrimu. Tapi kau tidak bisa melewati pintu ini, karena kau tak memiliki putri lain yang akan mendoakanmu. Ketahuilah, Allah lah yang memberi rezki padamu. Mengapa kau tak mensyukuri segala rezki dan nikmat yang diberikanNya padamu, sementara kau mengharap lebih. Maka jadilah ini penyesalan bagimu karena kau tidak bisa melewati pintu ini."

Maka menyesallah sang suami ia terbangun dengan menangis tersedu-sedu hingga membangunkan istrinya.
"Ada apa, suamiku? Apakah engkau bermimpi buruk? Istighfarlah.." kata istrinya.
"Istriku, sungguh aku telah mendholimi dirimu. Aku telah menuntutmu untuk memberiku anak lelaki, sedangkan Allah lah Sang Pengatur Rezki. Aku meminta maaf kepadamu, sungguh masalah itu telah membutakan diriku dan melupakan rezki dan nikmat yang telah Allah berikan kepadaku. Sungguh aku tak akan menyesali bila bayi di dalam kandunganmu adalah perempuan. Insyaallah mereka akan menjadi pengantar kita menuju surga."
"Subhanallah...Apa yang membuatmu berkata begini, suamiku?"
Maka diceritakannyalah mimpinya pada istrinya. dan mereka berpelukan saling mengucap kata maaf dan bersyukur akan peringatan yang diberikan Allah melalui mimpi.

Manusia seringkali lupa akan nikmat yang telah Allah berikan. Manusia selalu menuntut lebih, menginginkan hidupnya berjalan seperti yang dia mau. Maka apa artinya ambisi dan keegoisan jika itu hanya akan memberikan kesia-siaan. Seorang muslim/muslimah sudah seharusnyalah menjalani hidup dengan sabar, ikhlas, dan istiqomah.

Readmore »»

Indahnya Penjagaan Rahasia Allah SWT

from : Muslim Community

Subhanallah, tak ada satu kekuranganpun Allah menciptakan makhluqnya. Rasa syukur yang tak terhingga yang kita berikan, belum tentu mampu menggantikan nikmat dan karunia yang diberikan Allah pada kita. Nikmat iman adalah nikmat yang tak terhingga yang Allah berikan kepada kita sehingga kita bisa menghayati setiap ayat-ayatnya dalam kehidupan ini.

Nikmat Allah tak lepas dari penjagaan dan rasa sayang Allah SWT kepada makhluqnya :). Tanpa kita minta Allah yang maha pemurah memberikan apa yang kita butuhkan.


Subhanallah, dimanapun kita berada dan pada kondisi apapun, Allah selalu menjaga kita.

Mulailah saat ini kita meresapi setiap kehidupan kita dan belajar mensyukuri nikmatnya dengan mempelajari kehidupan orang lain.
Kadang kita memang tidak menyadari, ketika suatu hari malas pergi datang ke kajian untuk menuntut ilmu, tiba-tiba seorang teman datang membawa buku tentang agama islam terbaru yang bagus dan kemalasan kita saat itu merasa tidak rugi karena tetap bisa bertambah ilmu tanpa pergi kajian.

Dan ketika malas untuk gabung dalam remaja masjid di kampus, tiba-tiba dirumah dengan mengalirnya ikut kegiatan bakti social bareng masyarakat sekitar.

Dan ketika kita malas pergi untuk belajar tahsin dalam lembaga Qur’an, ada seorang teman yang datang dan mengajak untuk talaqi berbarengan, jadilah kita belajar Qur’an dan dijaga oleh Allah dari membaca ayat-ayatnya yang salah.

Dan ketika kita sudah lama tidak muraja’ah (menghafal Al-qur’an), subhanallah ada teman yang mengingatkan, dan tidak hanya itu Allah mendekatkannya dengan cara yang dsukai umatnya, sehingga kembali bersemangat untuk kembali menghafal.

Dan ketika kita berniat untuk sedikit nakal dari penjagaan Allah dengan mencari “teman yang berbeda”, allah menemukan kita dengan teman yang mengingatkan kita untuk selalu dekat denganNya.

Sahabat, marilah kita menikmati detik demi detik waktu bergulir dengan melihat penjagaan rahasia Allah SWT kepada diri kita. Dalam do’a nabi sulaiman :
….” Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh “ (Q.S An-Naml :19)

Bersyukur dalam kondisi apapun akan menambah kasih sayang Allah kepada kita. Indahnya penjagaan Allah membawa kita bertemu dan berkumpul dengan orang-orang saleh agar kita selalu dekat denganNya.

Readmore »»

SETAN MEMBELA DIRI

Pada suatu hari, para murid dari seorang syaikh mendatangi beliau dan menyampaikan keluhan.

"Wahai syaikh, setan telah merampas keimanan kami."

Mendengar itu syaikh langsung memanggil setan dan memukulinya. Tapi setan membela dirinya dengan berkata,
"Ya syaikh, aku tidak mampu memaksa siapapun melakukan sesuatu. Aku terlalu takut kepada Allah untuk mengambil resiko bertanggung jawab atas hal tersebut. Sebagaimana adanya, manusia melemparkan keimanannya disebabkan alasan-alasan yang sangat sepele. Dan aku hanya memungut keimanan yang mereka lontarkan."

Lalu setan melihat ke arah para murid dan berkata, "Adalah kewajibanku menipu kalian. Salah satu tugas utamaku adalah menyebabkan kalian tenggelam dalam mengejar kesenangan, menyimpangkan kalian dari kebenaran dan mengarahkan kalian kepada kelalaian. Aku memasang sebuah pancang di setiap leher kalian. Aku merenggut sebagian di antara kalian dari keimanan kalian dan sebagian di antara kalian dari kehormatan kalian. Aku hanya mengatakan perkataan dan kalian bertindak sesuai dengan perkataanku. Kalian percaya kepadaku dan bukan percaya kepada Allah dan rasulNya. Hendaknya kalian malu mempersalahkan aku dan melakukan pembenaran. Jangan menyalahkan aku, salahkan nafsu rendah kalian. Jangan mengutuk aku, kutuklah nafsu rendah kalian."

Mendengar perkataan setan, syaikh berkata pada muridnya, "Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kalian."



Readmore »»

Melawan Kesombongan dengan Kepolosan

Ada seorang lelaki yang terkenal sangat sombong. Ia memang paling kaya, paling kuat fisiknya dan paling pandai di kotanya. Setiap hari ada saja yang dipamerkannya ke penduduk. Semua warga sering jengkel karena kesombongannya, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka tidak memiliki apa yang dimiliki pemuda itu.

Suatu hari, sang lelaki membangun sebuah panggung di tengah-tengah kota. Lalu dia berteriak dengan lantang,
"Hai semuanya, aku menantang kalian semua. Jika ada di antara kalian yang mampu mengalahkan kepandaianku, akan kuberikan seluruh hartaku."

Warga yang menyaksikan hanya diam, ada yang geleng-geleng kepala, ada yang memandang sinis, ada juga yang tak mempedulikannya.
Lalu...seorang anak kecil mendadak naik ke atas panggung. Sang lelaki pun


tertawa terbahak-bahak,
"Hanya seorang anak kecil? Hahaha...ini sangatlah mudah. Tak kusangka tak ada di antara kalian yang berani."

Pemandangan yang menarik ini membuat semakin banyak warga yang berkumpul. Penasaran mau apa anak kecil itu.

"Siapa namamu, nak?" tanya lelaki itu.

"Husein" jawab sang anak.

"Jadi apa yang kau miliki yang menurutmu bisa mengalahkan aku?" tanya lelaki itu.

"Tidak ada. Keluargaku tidak kaya, badanku juga tak sekuat dirimu. Dan aku juga tak sekolah. Hanya orangtuakulah yang mengajarkan segala kebajikan."

"Hahahaha... Begitu..lalu mengapa kau naik ke atas sini?"

"Aku hanya ingin bertanya."

"Oya? Apa yang mau kau tanyakan?"

"Apa kau memiliki banyak emas?"

"Hahaha..tentu saja. Jika mau bisa kubeli seluruh rumah disini."

"Apa ada yang tidak bisa kau beli?"

"Semua bisa aku beli. Tak ada satupun yang tak bisa kubeli."

"Jika Allah menjual udara yang kau hirup, apa kau mampu membelinya?"

Sang lelaki terkejut..tak menyangka si bocah bertanya seperti itu. Ia tidak bisa menjawab. Hanya diam. Warga yang menyaksikan mulai sedikit ribut, beberapa malah menertawakannya.
Sang anak kecil tak menunggu jawaban lelaki itu.

"Apa kau lebih kuat dari seekor singa?"

"Tentu saja. Aku pernah membunuh seekor singa dengan tangan kosong."

"Apa kau lebih kuat dari seekor gajah?"

"Tentu saja. Aku pernah membunuhnya hanya dengan sekali memanah."

"Apa kau lebih kuat dari Allah yang akan menggulung langit dan menghancurkan bumi saat hari kiamat?"

Sang lelaki terdiam lagi..entah apa dia tak mau menjawab atau tak mampu menjawab. Kerumunan warga semakin ramai. Suara mereka mulai saling bersahutan.
Sang anak kecil tak menunggu jawaban.

"Apa saja ilmu yang kau miliki?"

"Semua telah kupelajari. Aku telah berguru pada banyak orang."

"Surat Luqman ayat 27 :Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
"Apakah ilmu anda sebanyak lautan?"

Sang lelaki kembali terdiam..
Kerumunan warga bersorak gembira. Akhirnya ada yang mengalahkan kesombongan lelaki itu. Yang tak disangka seorang bocahlah yang mengalahkannya. Dengan tertunduk malu sang lelaki mengakui kekalahannya dan menyerahkan hartanya pada sang bocah. Tetapi sang bocah membaginya kepada semua warga.

Seringkali kesombongan justru dipatahkan oleh sesuatu yang kita anggap remeh. Dan yang paling menyakitkan bagi si sombong adalah bila ia dipermalukan di depan umum oleh orang yang lebih lemah dari dirinya.

MC....
Readmore »»

Meninggalnya Seorang Lelaki Beristri Dua

Alkisah, ada seorang lelaki yang memiliki dua istri. Kedua istrinya saling mengenal dan akrab, Meski tinggal di kota yang berbeda. Sang lelaki adalah suami yang baik, selalu berusaha adil. Istri-istrinya pun sangat mematuhinya. Istri pertamanya telah melahirkan 3 orang anak untuknya. Dan istri keduanya telah melahirkan 4 orang anak untuknya. Masing-masing anak pun sangat akur, tak pernah bertengkar.

Suatu hari sang suami jatuh sakit. Para istri dan anak membawanya ke rumah sakit terbaik di pulau seberang. Sebelum meninggal sang suami telah membuat surat wasiat. Masing-masing mendapat bagian warisan yang adil. Semua setuju dan tak ada seorangpun yang meributkannya. Hingga akhirnya sang suami berpulang. Meninggalkan dua orang istri dan tujuh orang anak. Semua menangisinya. Pada saat jenazah hendak dibawa pulang, keributan mulai terjadi.


"Aku akan membawanya pulang ke kotaku. Telah dipersiapkan segalanya disana." kata istri pertama.

"Tunggu, akulah yang akan membawanya pulang. Aku telah mempersiapkan segalanya jg. Keluargaku dan warga sekitar sedang menunggu." kata istri kedua.

"Tidak. Sebagai istri pertama aku lebih berhak. Keluargaku dan warga di sekitarku juga sedang menunggu." jawa istri pertama.

"Hakku sama besarnya denganmu. Dia telah menikahi aku secara sah." sang istri kedua tak mau kalah.

Seorang dokter yang sejak tadi mendengarkan perdebatan mereka berkata,
"Maaf, sepertinya anda berdua sangat mencintai suami anda."

"iya, kami sangat mencintainya. Ia seorang suami yang sangat baik. Juga seorang ayah yang sangat baik. Dan kami ingin suami kami dikubur di kota kami. Kami sama-sama memiliki hak."

"begitu...kupikir aku memiliki pemecahan masalah yang adil untuk anda." kata sang dokter.

"Benarkah?"

"Iya. Tunggulah di sini aku akan mengambil sebilah gergaji."

"Gergaji? Apa yang akan kau lakukan dengan gergaji itu?"

"Tentu saja untuk memotong tubuh suami anda. Jadi masing-masing anda bisa membawa ke kota anda dan menguburnya."

Kedua istri saling memandang dan tertegun.

"Anda ingin memotong tubuh suami kami?"

"Tidak, sungguh kami tak ingin anda memotong tubuhnya."

"Tak ada lagi cara lain jika anda sama-sama merasa berhak."

Keduanya terdiam...

Akhir dari kisah itu terjadilah kesepakatan untuk menguburkan sang suami di kota kelahiran saang suami yang terletak di kota lain.. Sang dokter telah berjasa menyadarkan kedua istri akan keegoisan mereka. Ia tak sungguh-sungguh ingin memotong tubuh sang suami.

Menegakkan keadilan jauh lebih sulit daripada menghancurkannya. Seorang penegak keadilan memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan tuntutan atas dirinya juga besar bahkan setelah meninggal. Ketidak adilan selalu terjadi setelah sang penegak keadilan meninggal. Keadilan akan selalu hancur jika melawan keegoisan diri.


Readmore »»

Laba-Laba, Semut dan Lebah

Suatu hari, ada dua orang pemuda yang menemui seorang guru. Telah banyak guru yang mereka temui. Tapi semua memberikan pelajaran yang agak sulit mereka mengerti. Dan mereka berharap guru yang ini dapat memberi pelajaran sederhana dengan bahasa sederhana tapi bermakna sangat dalam.

"Assalamualaikum.."

"Wa alaikumsalam. Masuklah. Silahkan duduk. Maaf tak ada kursi. Semua duduk sama rendah, berdiri sama tinggi."

Kedua pemuda tersenyum mendengar ucapan sang guru. Mereka pun mulai merasa bahwa guru inilah yang mereka cari.

"Terima kasih, pak. Kami berdua ingin berguru pada bapak."

"Apa yang ingin kalian pelajari dariku? Aku hanya lelaki tua. Tak banyak ilmu yang kumiliki. Aku hanya akan mampu memberi kalian nasehat."

"Tidak apa-apa, pak. Bukankah ilmu bisa kita dapat dari siapa saja? Meski dari seorang anak kecil. Sebuah nasehat pun insyaallah akan sangat berguna bagi kami."

"Baiklah. Nasehatku pada kalian, bercerminlah pada 3 binatang yang


menjadi nama surat dalam Qur'an. Yaitu laba-laba, semut dan lebah.
Laba-laba adalah hewan yang sangat pandai. Ia mampu membangun rumahnya sendiri dengan sempurna dan sekaligus menjadi tempatnya menjebak mangsa. Tapi rumahnya sangat lemah. Diterpa panas dan hujan tak ada pelindungnya. Bila di dalam rumah, manusia sering mengusirnya, meski ia selalu kembali lagi. Manusia yang memiliki sifat seperti laba-laba, berarti ia adalah orang yang selalu melakukan kesalahan yang sama. Ia adalah orang yang selalu menuntut kesempurnaan dan tak segan menjebak orang lain yang sedang lengah ataupun lemah demi mendapatkan yang dia inginkan. Ia tidak punya inisiatif karena ia hanya menunggu datangnya makanan. Manusia seperti ini adalah manusia yang banyak angan-angan kosong."

Kedua pemuda tersenyum. Mereka sangat senang dengan penjelasan sang guru.

"Baiklah..lalu bagaimana dengan semut?"

"Semut adalah hewan yang tidak pernah berhenti mencari makanan, siang malam. Mereka tak peduli makanan yang mereka peroleh diambil dari tempat yang bersih ataukah kotor. Jika diusir mereka akan tercerai berai meski kembali lagi. Jika jalan mereka ditutup, mereka akan mencari jalan lain meski harus menempuh jarak yang jauh. Manusia yang memiliki sifat seperti semut, adalah manusia yang selalu sibuk mengejar dunia, tak peduli dari sumber yang halal atau haram. Jika gagal mereka akan mencari jalan lain untuk memperoleh dunia itu. Mereka adalah manusia yang tidak bisa dinasehati karena terbuai dengan nikmat dunia. Mereka bersatu jika ingin mendapatkan dunia. Tapi jika menghadapi masalah masing-masing lari menyelamatkan diri sendiri."

Kedua pemuda kembali tersenyum lebar. Mereka senang sekali dengan penjelasan sang guru.

"Baiklah, bagaimana dengan lebah?"

"Lebah selalu mencari makanan dari sumber yang terbaik. Mereka olah dengan cara yang baik. Dan hasil olahan mereka sangat baik meski bukan untuk mereka. Mereka hidup bersama saling melindungi. Bila diserang mereka melawan bersama-sama. Manusia yang seperti lebah adalah manusia yang mencari rezki dari tempat yang baik. Mereka manfaatkan rezki itu dengan baik, tidak berlebihan. Dan mereka gunakan rezki itu untuk membantu orang lain. Mereka selalu menjaga silaturahim, menjaga kebersamaan dan kesatuan. Apabila mereka diserang, mereka hadapi bersama-sama dengan kekuatan yang kokoh. Manusia seperti inilah yang dapat membangkitkan Islam lagi. Karena mereka tidak akan mengulangi kesalahan yang sama akibat keserakahan mengejar dunia. Tapi mereka mengambil dan memberi manfaat yang terbaik ditujukan untuk kepentingan bersama."

Kedua pemuda tak lagi tersenyum. Mereka justru berlinang air mata mendengar penjelasan terakhir sang guru. Mereka begitu sedih karena mereka hidup di lingkungan laba-laba dan semut..


Readmore »»

Muhasabah

Sauadarku sekalian, sudahkah hari ini antum dan seberapa sering antum:
-mendoakan kedua orangtuamu
-mendoakan saudara-saudaramu sekandung maupun seiman...

Syaikkul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Fungsi Dzikir bagi hati bagaikan fungsi air bagi ikan. Bagaimana keadaan ikan itu apabila diangkat dari air ? Begitu pula halnya dengan hati bila dilalaikan dari Dzikrullah."

Hati manusia dikelompokkan dalam tiga klasifikasi :

Pertama, Qalbun Shahih, yaitu hati yang sehat dan bersih dari setiap nafsu yang menentang perintah dan larangan Allah, dan dari setiap penyimpangan yang

menyalahi keutamaan-Nya. Hati yang seperti ini murni pengabdiannya kepada Allah baik secara kehendak (iradat), cinta (mahabbah), berserah diri (tawakkal), kembali pada ajaran-Nya dengan bertaubat (inaabah), tunduk memasrahkan diri (ikhabaat), takut kepada-Nya (khasysyah) dan mengharap karunia-Nya (rajaa').

Kedua : Qalbun Mayyit, yaitu hati yang mati yang tidak pernah mengenal Ilahnya, tidak menyembah-Nya, tidak mencintai atau ridha kepada-Nya; ia berdampingan dengan syahwat dan senantiasa memperturutkan keinginannya. Ia tidak mempunyai kepedulian dengan Allah, karena hawa nafsu telah dipertuhankannya. Bukan panggilan Rabbnya yang didengarnya, namun seruan syaithan yang justru diikutinya.

Ketiga : Qalbun Maridl, yaitu hati yang sebenarnya memiliki kehidupan, namun di dalamnya tersimpan benih-benih penyakit. Kadang ia hidup dan kadang pula berpenyakit, tergantung ketahanan hatinya. Hati semacam ini mempunyai dua sisi penggerak: penggerak yang mengajaknya menuju Allah, Rasul dan kebahagiaan abadi akhirat dan penggerak yang mengajaknya menuju kenikmatan semu yang temporal.

semoga urusan antum semua dipermudah..amin
jangan lupa doakan saudaramu ini dan juga saudara-saudaramu yang lain...

Kiriman dari mas Aris Sunaryo...Muslim Community..
Readmore »»

Jilbab Hati

Ada seorang wanita yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan ibadah sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia tak mau berjilbab. Menutup auratnya. Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab, "Insyaallah. Yang penting hati dulu yang berjilbab." Sudah banyak orang yang menanyakannya maupun menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga di suatu malam...

Ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah. Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga. Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas di pinngir taman. Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat jjuga menikmati keindahan taman. Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih, seakan-akan

memancarkan cahaya yang sangat lembut.

"Assalamualaikum, saudariku.."

"Wa alaikumsalam.. Selamat datang, saudariku."

"Terima kasih. Apakah ini surga?"

Wanita itu tersenyum.
"Tentu saja bukan, saudariku. ini hanyalah tempat menunggu sebelum ke surga."

"Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat menunggunya saja sudah seindah ini."

Wanita itu tersenyum lagi.
"Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, saudariku?"

"Aku selalu menjaga waktu sholat dan aku menambahnya dengan ibadah sunnah."

"Alhamdulillah.."

Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah. Pintu itu terbuka. Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di taman mulai memasukinya satu persatu.

"Ayo, kita ikuti mereka." kata wanita itu sambil setengah berlari.

"Apa di balik pintu itu?" katanya sambil mengikuti wanita itu.

"Tentu saja surga, saudariku" larinya semakin cepat.

"Tunggu...tunggu aku.." ia berlari namun tetap tertinggal.

Wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya. Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari. Ia lalu berteriak, " Amalan apa yang telah kau lakukan hingga kau begitu ringan?"

"Sama denganmu, saudariku." jawab wanita itu sambil tersenyum.

Wanita itu telah mencapai pintu. Sebelah kakinya telah melewati pintu. Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu, "Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?"

Wanita itu menatapnya dan tersenyum. Lalu berkata, "Apakah kau tak memperhatikan dirimu apa yang membedakan dengan diriku?"

Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.

"Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke surgaNya tanpa jilbab menutup auratmu?"

Tubuh wanita itu telah melewati pintu, tapi tiba-tiba kepalanya mengintip keluar, memandangnya dan berkata, "Sungguh sangat disayangkan amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini. Maka kau tak akan pernah mendapatkan surga ini untuk dirimu. Cukuplah surga hanya sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijabi hati."

Ia tertegun..lalu terbangun..beristighfar lalu mengambil air wudhu. Ia tunaikan sholat malam. Menangis dan menyesali perkataannya dulu..berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya.

"Kiriman dari mbak Iin Yuliana P Muslim Community..."


Readmore »»

Tujuh Hal Membawa Kemuliaan

Siapa yang memelihara tujuh hal, ia akan menjadi orang yang mulia di sisi Allah dan di hadapa malaikat :

Diampuni dosanya meski sebanyak buih dilautan, merasakan nikmatnya melakukan ketaatan dan hidup matinya akan berada dalam kebaikkan. Tujuh hal tersebut adalah :

Pertama membaca basmalah setiap kali memulai sesuatu.

Kedua membaca hamdalah setiap selesai melakukan sesuatu.

Ketiga membaca istighfar setiap kali melakukan....

sesuatu yang tidak bermanfaat.

Keempat mengucapkan insya Allah setiap kali berjanji melakukan sesuatu.

Kelima mengucapkan la haula wa la quwwata illa billah setiap kali mendapati sesuatu yang tidak disukai

Keenam mengucapkan inna lilahi wa inna ilaihi rajiun setiap kali tertimpa musibah.

Dan ketujuh, banyak membaca la ilaha illallahu muhammadur rasullullah di siang hari dan malam hari
( Al Faqih Abu Laits rahimahullah)

Allah memberi kemudahan bagi setiap hambaNya yang ingin berusaha mendekatiNya, jadikanlah amalan-amalan kecil tersebut untuk mengisi jiwa kita untuk meraih kemuliaan disisi Allah SWT. Amin.

" Kiriman dari Muslim Community...mbak Nisa..)

Readmore »»

ANAK PEMALAS

" kiriman dari Aris Sunaryo" ...Muslim Community

Dikisahkan, sebuah keluarga mempunyai anak semata wayang.
Ayah dan ibu sibuk bekerja dan cenderung memanjakan si anak dengan
berbagai fasilitas. Hal tersebut membuat si anak tumbuh menjadi anak
yang manja, malas, dan pandai berdalih untuk menghindari segala
macam tanggung jawab. Setiap kali si ibu menyuruh membersihkan
kamar atau sepatunya sendiri, ia dengan segera menjawab, "Aaaah Ibu.
Kan ada si bibi yang bisa mengerjakan semua itu. Lagian, untuk apa
dibersihkan, toh nanti kotor lagi."

Demikian pula jika diminta untuk
membantu membersihkan rumah atau tugas lain saat....

si pembantu
pulang, anak itu selalu berdalih dengan berbagai alasan yang tidak
masuk akal. Ayah dan ibu sangat kecewa dan sedih melihat kelakuan
anak tunggal mereka. Walaupun tahu bahwa seringnya memanjakan
anaklah yang menjadi penyebab sang anak berbuat demikian.

Mereka pun kemudian berpikir keras, bagaimana cara merubah sikap si anak? mereka pun berniat memberi pelajaran kepada anak tersebut. Suatu hari, atas kesepakatan bersama, uang saku yang rutin diterima setiap hari, pagi itu tidak diberikan. Si anak pun segera protes dengan kata-kata kasar, "Mengapa Papa tidak memberiku uang saku? Mau aku mati kelaparan di sekolah ya?" Sambil tersenyum si ayah menjawab, "Untuk apa uang saku, toh nanti habis lagi?"Demikian pula saat sarapan pagi, dia duduk di meja makan tetapi tidak ada makanan yang tersedia. Anak itu pun kembali berteriak protes, "Ma, lapar nih. Mana makanannya?
Aku buru-buru mau ke sekolah." "Untuk apa makan? Toh nanti lapar lagi?" jawab si ibu tenang. Sambil kebingungan, si anak berangkat ke
sekolah tanpa bekal uang dan perut kosong. Seharian di sekolah, dia
merasa tersiksa, tidak bisa berkonsentrasi karena lapar dan jengkel. Dia
merasa kalau orangtuanya sekarang sudah tidak lagi menyayanginya.


Pada malam hari, sambil menyiapkan makan malam, sang ibu berkata,
"Anakku. Saat akan makan, kita harus menyiapkan makanan di dapur.
Setelah itu, ada tanggung jawab untuk membersihkan perlengkapan
kotor. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya dan akan terus
begitu selama kita harus makan untuk kelangsungan hidup. Sekarang
makan, besok juga makan lagi. Hari ini mandi, nanti kotor, dan harus
juga mandi lagi. Hidup adalah rangkaian tanggung jawab, setiap hari
harus mengulangi hal-hal baik. Jangan berdalih, tidak mau melakukan
ini itu karena dorongan kemalasan kamu. Ibu harap kamu mengerti." Si
anak menganggukkan kepala, "Ya Ayah-Ibu, saya mulai mengerti. Saya
juga berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi."


Readmore »»

Rabu, 25 Februari 2009

Mati!!! Sebuah Kepastian

Cacatan bungsu : Nih dari teman, ” Rulli Indrawan” bagus buat bungsu baca2, dan juga mungkin ada teman lain yg mau menambah wawasan agama kayak saya boleh ni dibaca. Semoga Bermanfaat! Terutama buat pribadi bungsu.

بسم الله الرحمن الرحيم

Ingat, suatu saat nafas ini akan diambil kembali Oleh pemiliknya, apakah bekal yg kita bisa bawa saat itu?

رسول الله صلى الله عليه و سلم بمنكبي فقال: كن في الدنيا كأنك

غريب، أو عابر سبيل وكان ابن عمر - رضي الله عنهما - يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata:

“Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)


Sungguh Di Dunia ini kita ini Hanya Sementara & Akhirat Lah Tempat Yg Sebenarannya… Jgn Sia-Sia Kan Waktu Mu dengan Hal2 Yg Tidak Berguna Kesenangan Dunia, Fitnah bagi Umat Ini Kesenangan Dunia,Fitnah bagi Umat Ini Sebagaimana Allah berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ “

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)

Dunia itu Terlaknat! Teman2, mari bersama kita renungkan hadits berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ }

“Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.

” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Dalam Shohihul Jami’, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan). Kaitkanlah Hatimu dengan Akhirat Saudaraku yg aku cintai, jangan jadikan hatimu terkait dengan dunia, jangan sampai dunia masuk ke dalam hatimu dan bercokol di dalamnya, teladanilah generasi terbaik umat ini, mereka menggenggam dunia, namun cukup sampai di situ dan tidak merasuk ke dalam hati. Maka jadilah mereka generasi yang mencurahkan segenap jiwa raganya untuk kehidupan akhirat, dunia sebatas di genggaman mereka sehingga mudah dilepaskan, mudah untuk diinfakkan di jalan Allah. Adapun kita wahai kaum muslimin, aina nahnu min haaulaai (di manakah kedudukan kita jika dibandingkan mereka)? Di mana?! Tentu sangat jauh dari mereka Oleh karena itu wajib bagi diriku dan dirimu untuk merenungi sekali lagi bahkan senantiasa merenungi apakah tujuan kita diciptakan di dunia ini. Sangat mengherankan jika seorang muslim telah mengetahui tujuan penciptaannya kemudian lalai dari hal tersebut, bukankah inilah puncak kedunguan?! Sekali lagi, mari kita senantiasa mengaitkan amalan kita dengan akhirat, jika anda seorang yang mempelajari ilmu dunia, maka niatkanlah untuk akhirat, niatkanlah bahwa dirimu dengan ilmu tersebut akan membantu kebangkitan kaum muslimin Jika anda seorang pengajar, dosen atau semisalnya, maka niatkanlah aktivitas mengajar anda untuk akhirat dan kebangkitan kaum muslimin, demikian juga seluruh profesi, maka niatkanlah untuk akhirat.

Bagi Temen2 yg ingin Memcari,Tanya Jawab,Konsultasi Anda Dapat Membuka Website2 Di Bawah ini: Jilbab (http://www.jilbab.or.id/) Majalah Nikah (http://majalah-nikah.com/) Muslim.or.id (http://www.muslim.or.id/) Muslimah.or.id (http://www.muslimah.or.id/) Villa Baitullah (http://vbaitullah.or.id/)

Readmore »»